Bila Wanita Tak Pintar Masak PDF Cetak E-mail
Font Size Larger Font Smaller Font
Thursday, 05 Dzulka'edah 1428

 “Sudah mau nikah kok nggak bisa masak,” ledek seorang kakak lelaki kepada adik perempuannya. Si adik yang memang merasa tidak pintar memasak pun tersenyum seraya menjawab, “Ah, ntar juga bisa!”

ImageMemang, sepertinya sudah menjadi kesepakatan umum kalau wanita selayaknya harus bisa masak. Pendapat ini bisa dimaklumi karena salah satu tugas utama wanita setelah menikah adalah memasakkan atau menyajikan makanan untuk keluarganya.

Akan repot tentunya, jika sang ibu tidak pintar masak. Masak nasi saja sering gosong, masak sayur pun keasinan! Kalau terus-terusan begini, suami bisa hobi jajan di luar. Sedih kan, kalau sudah capek-capek masak, eh suami tidak selera makan?

Hal itu tidak boleh dibiarkan berlangsung lama. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar suami bisa segera menikmati masakan Anda.

TERUSLAH BERLATIH


Ada pepatah mengatakan, sesungguhnya bisa itu karena biasa. Begitu pula dengan memasak. Jika sejak kecil atau masih gadis seorang wanita rajin membantu ibunya di dapur, insyaallah ia akan lebih mengetahui urusan dapur alias masak-memasak.

Kalau sampai menikah ternyata masih belum pintar masak, maka banyak-banyaklah berlatih untuk memasak menu harian. Menanak nasi pun perlu berlatih, agar tidak gosong atau kurang air (mlethis-Jawa). Demikian juga masak sayur, agar bisa pas di lidah, maka Anda harus belajar mengenal dan meracik bumbu untuk berbagai macam sayur.

Jangan malu untuk banyak bertanya pada orang yang lebih tahu urusan masak. Misalnya ibu, kakak, tetangga, tukang sayur, atau siapa saja. Bertanyalah tentang berbagai resep sederhana pada mereka. Bisa pula Anda mempraktikkan resep masakan yang ada dalam buku atau majalah. Mulailah dari resep yang bahan dan cara membuatnya paling sederhana.

BUANG RASA MALAS

Adakalanya seorang wanita tidak pintar masak karena berawal dari rasa malas. “Mending jajan, beli ‘matengan’, tidak perlu repot-repot.” Memang beli ‘matengan’ adalah cara yang praktis. Tapi kalau begitu terus setiap hari, apakah  tidak boros? Kalau masih berdua mungkin belum begitu terasa. Bagaimana kalau anak sudah empat atau lima? Apa iya, masih mau jajan terus?

Memang, untuk memasak kita perlu  repot sedikit. Mempersiapkan segala sesuatunya, dari perapian, peralatan sampai bahan, dan nanti kalau sudah selesai harus membersihkan atau membereskan semuanya. Melelahkan, memang. Tapi begitulah tugas ibu rumah tangga. Namun, kelelahan itu akan segera berganti kebanggaan dan kebahagiaan, tatkala seorang ibu melihat suami dan anak-anaknya menyantap masakannya dengan lahap.

Untuk yang belum pintar masak, jangan malas untuk terus berlatih. Setelah terbiasa, nanti akan terbukti bahwa memasak itu bukanlah hal yang sulit.

NIATKAN UNTUK IBADAH

Bukankah Rasulullah n bersabda bahwa jihad seorang wanita adalah di rumahnya? Mengurus rumah tangga, termasuk mengasuh anak dan memasak adalah ladang jihad bagi wanita. Semua tidak akan sia-sia bila dilakukan dengan ikhlas. Jika diniatkan untuk ibadah, insyaallah segala rasa lelah yang kita rasakan akan berbuah pahala.

MASAK BERSAMA

Kadang, seorang suami malah lebih pintar memasak daripada istrinya. Karena itu sekali-sekali perlu diadakan acara "masak bersama". Selain untuk menambah keharmonisan, kegiatan ini juga bisa dijadikan sarana untuk menularkan kepandaian memasak sang suami pada istrinya.

Jika suami tidak pintar masak pun, kegiatan masak bersama tetap asyik dilakukan, karena di situ keduanya akan sama-sama belajar. Walaupun memasak adalah tugas seorang istri, tapi tak ada salahnya bila suami juga belajar masak. Jadi, jika kelak istri sedang berhalangan, misalnya  sakit atau melahirkan, sang suami bisa menggantikan posisi sebagai koki rumah tangga untuk sementara.

JANGAN ASAL ENAK

Satu lagi yang perlu diperhatikan oleh para ibu dalam hal masak-memasak. Seringkali untuk "mengakali" rasa yang kurang mantap, ibu kemudian membubuhkan penyedap rasa yang banyak dalam masakan. Padahal, sebagaimana kita ketahui, penyedap rasa kimia (MSG) adalah salah satu zat karsinogenik atau pemicu kanker. Karena itu, kalau bisa sebaiknya dihindari atau diminimalkan penggunaannya.

Demikian juga makanan-makanan instan yang banyak mengandung penyedap rasa, misalnya mi instan, sebaiknya tidak terlalu sering dijadikan menu harian. Produk-produk instan, selain mengandung MSG, kadang juga mengandung zat pengawet dan pewarna, yang juga bersifat karsinogenik.

Tanpa MSG pun, masakan bisa tetap enak, asal bumbunya proporsional. Masak sup atau soto misalnya, tanpa MSG bisa tetap enak dengan menggunakan kaldu asli yang sudah dimasak/dipanaskan cukup lama. Untuk "memantapkan" rasa, bisa dibubuhkan sedikit gula pasir sebelum masakan dihidangkan. 

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan masak-memasak. Masih belum pintar masak? Tak ada kata terlambat untuk terus berlatih.
(ummuna)
Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 20 Safar 1429 20:55 )
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search
ega wulandari  - tanggapan   |125.163.203.xxx |2007-12-06 20:36:34
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

sebenarnya memang hal yang umum
menjadi masalah bagi akhwat yang hendak menikah adalah memasak. karena menurut
cerita ibu serta bibi2 yang telah menikah, suami cenderung lebih senang bila
istri yang senantiasa menyiapkan makanan sehat baik untuk suami sendiri maupun
anak2 ketimbang beli dari luar. selain itu juga, akan terasa bedanya bila
makanan yang tersedia di rumah adalah masakan yang diolah dan disajikan oleh
istri dengan penuh suka dan cinta. rasanya akan menambah rasa sayang suami/
anak2 pada istri/ibunya. hal itu juga yang saya rasakan, ketika menikmati
masakan ibu rasanya gak tahan untuk jauh2 dari ibu. sekarang saya sedang
menjalani studi di salah satu institut di bandung dan telah belajar kurang lebih
3 tahun di sini. sampai saat ini saya telah berusaha untuk belajar masak sama
ibu bila sedang pulang ke tempat tinggal asal (di bandung saya tinggal bersama
bibi), tapi bila balik lagi ke bandung resep2 yang telah dipelajari jadi lupa.
itulah masalah saya. saya ingin tanya gimana ya biar terbiasa memasak sendiri?
apa mungkin dengan banyak praktek? kesssulitannya itu, karena saya masuk jurusan
farmasi yang sudah terkenal dengan banyaknya praktikum, tugas, laporan serta
lain2, waktu untuk belajar memasak jadi sedikit. padahal rasanya pengen sekali
pinter memasak kayak ibu. oya pengen usul, tolong dong kasih resep masakan
sunda.

jazakallah.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
trisna   |220.32.178.xxx |2007-12-14 02:41:11
Waah,... setuju sekali tuh,akhwat memang harus pinter masak.
ayu nie,,,,  - bila wanita belum bisa masak   |125.163.121.xxx |2007-12-17 05:09:56
assalamu alaikum wr.wb.
haiiiiiiiiiiiiiiii,,,sya ayu.....
kbetu;an sya sudah
menikah,,tpi yg jdi kendala sya ska mlu sma suami sya,krna sya lom bsa
msak,,,,,mlah suami sya yg pintar msk,,,,,,,,
emang seh,sya jga merasa kalau
wanita ga bsa msak tu hina bgt di hadapan mertua,,,,bgtu jga yg saya rasakan
saat ini,,,tpi dikit sedikit saya diajari masak oleh suami,,,alhamdulillah skrg
dah bisa,,,thanks:)
nia  - bila wanita belum bisa masak   |222.124.45.xxx |2008-01-03 17:35:30
yang susah kalo belajar masak trus nda di bumbuin pujian
anna  - bila wanita belum bisa masak   |125.163.203.xxx |2008-01-07 17:13:29
memang seharusnya perempuan bisa masak.khan kaum hawa itu bisa diibaratkan
menteri ekonomi dalam keluarga.nach klu kita pandai masak suami gak akan makan
diluar.klu gak bisa hrs belajar dari sekarang.ok
abuabdillah  - re: tanggapan   |222.124.189.xxx |2008-01-17 05:19:59
daeng sangat setuju dgn tanggapan tadi karena sungguh sangat rancu bila mau
menjadi seorang istri tidak mau belajar masak2, apa harus suami yang masak? kan
tidak mungkin tooo.

abuabdillah
===========
Yudi  - bila wanita belum bisa memasak   |202.152.172.xxx |2008-01-18 22:02:27
Ass.Wr.Wb
Klo wanita yang hendak menikah belom bisa memasak mungkin itu bukan
hal memalukan karena pada dasarnya setiap wanita memiliki naluriah dalam hal
memasak asal mau istiqamah saja, ketika berkeluarga maka ada suatu keinginan
untuk bisa memasakan masakan yang disukai oleh suami dan suami memuji hal itu
tentu saja merupakan kepuasan tersendiri buat istri
riadi  - tanggapan   |125.163.203.xxx |2008-01-22 16:54:23
Ya, Seharusnya wanita bisa memasak buat suaminya, buat pelajran bagi anak2 nya
kelak. kan gak enak kalau tiap hari suami harus pergi ke warteg buat beli lauk
nisa  - me..   |69.88.3.xxx |2008-01-22 18:51:06


...iy nich yg masi jd pe-er pribadi..
lom isa masak cz ortu jg jrg masak tp
yupz q g mau salahkn keadaan..
qpengen bljr masak tp lo ud mo nikah..gmn y?? mg
aq dpt suami yg jg isa jd guru masak yg baik drmhq sndiri.amiin..
= )
ami  - pilih menu   |222.166.160.xxx |2008-01-23 05:38:06
assalamu'alaikum
haaiiiiiiii
bnr jg seh,,sbg kaum hawa emang hrs byk tau ttg
urusan dapur terutama memasak..tp,yg sering bikin pusing adalah pilih menu yg
tepat tuk klga,,tiap hr hrs ganti2 kan? selera jg pasti beda antara suami dgn
anak2...
dwi  - tetap bergizi dan murah   |222.124.27.xxx |2008-01-24 20:30:24
assalamu'alaikum
memasak memang penting terutama untuk keluarga, karena
kesehatan keluarga juga dari makanan yang kita makan.
Memasak tidak akan
melelahkan kok asal kita efektif kerjanya misalnya menanak nasi itu bisa
ditinggal untuk membuat bumbu masak, menggoreng tempe juga bisa disambi bekerja
yang lain, untuk yang capek dapat membuat masakan dengan bumbu yang dirajang
saja, itu 5 menit sudah jadi (contoh bawang merah dan putih dirajang, cabe merah
dan cabe rawit diiris-iris saja,juga tambahkan laos, gula dan garam nah bumbu
ini bisa untuk sayur dan tahu), kalau pingin gorengan seperti kentucky itu bisa
dibuat dengan proporsi tepung terigu : tepung kanji 50:50, tambahkan garam dan
merica bubuk,jangan tambahkan air loh. Ayam yang sudah dibumbui digulingkan
dengan telur baru gulingkan di tepung buatan sendiri. Nah....mudahkan...memasak
memang menyenangkan lho, tidak perlu lama ada di dapur.
Oke juga acara masak
keluarga, ini membantu meningkatkan kekompakan keluarga,selain itu membantu anak
kita jika suatu saat terjun dimasyarakat misalnya waktu KKN nggak canggung lagi
untuk memasak, oh iya orang yang tidak terbiasa menggunkan bahan pemantap
masakan bisa menditeksi makanan diluar yang kita santap menggunakan msg atau
tidak misalnya masakan itu terlalu gurih atau setelah minum es tenggorokkan
menjadi sakit.Beruntungkan memasak sendiri????????????
Eny Subandri  - Bila Wanita Belum Bisa Masak   |125.161.134.xxx |2008-01-31 17:24:32
Bagi yang keterampilan memasak pas-pasan maka perkara memasak bukanlah sesuatu
hal yang mudah, perlu dukungan suami dan keluarga tercinta. Suami sebaiknya
bersikap positip terhadap hasil karya isteri...kalau keasinan, kepedasan...atau
rasanya aneh jangan langsung dinilai...cobalah ngak pelit pujian dan mendorong
sang isteri utk tdk berhenti mencoba sampai tastenya pas seperti
keinginan...bukannya dalam setiap sendi dalam berumahtangga perlu
kerjasama...Ketrampilan memasak bisa didapat dengan mudah apabila sejak dini si
calon ibu/isteri terbiasa membantu ibundanya memasak di dapur,tapi untuk seorang
ibu yang berpredikat wanita karier akan agak kesulitan membagi waktu buat
kegiatan memasak bagi buah hati dan keluarganya.... karena keterbatasan waktu...., sebenarnya kegiatan memasak dengan sesekali melibatkan
seluruh anggota keluarga akan mendekatkan hati satu sama lainnya , menambah rasa
sayang dan cinta. Sesekali gantian peran/tugas memasak sehingga suami
kita/anak-anak kita akan mendapat pembelajaran bahwa memasak bukan suatu perkara
yang mudah
gerri  - setuju   |125.163.203.xxx |2008-02-12 18:22:32
setuju banged.. istri hrs bisa masak, ga usah jago2 amat ko yg pnting bisa
mnyediakan makanan ketika suami berangkat kerja, pulang kerja.. toh ibadah
mnyenangkan hati suami :D
ibnmaulana  - umum   |125.163.203.xxx |2008-02-12 18:22:23
salamun, afwan fontnya kurang enak dibaca diweb kiranya jenis fontnya diganti
biar enak dibaca.
syifa  - bila waniata belum bisa masak   |61.94.230.xxx |2008-02-14 23:48:06
ini hal yang sebenarnya tidak diinginkan oleh setiap wanita. tapi karena hal dan
lain hal, membuatnya bisa masak dalam hal yang bersifat umum saja. lagian semasa
masih sendiri tidak ada tuntutan untuk masak. tapi bukan berarti tidak ingin
belajar masak. kalau memang sudah menjadi istri, tentu ia akan punya rasa
tanggung jawab untuk itu. dan pastinya, sang suami yang baik harus pengertian
dong...
wie ahmad  - harus bisa atuh dikit2   |77.64.67.xxx |2008-02-17 21:14:48
betool bgd, alnya saya juga nyesel ga pernah masuk dapur ketika di rumah ortu
dulu. karang saya harus ke luar Indo ikut suami, pasalnya jadi nggak pernah nemu
masakan khas dari negeri sendiri yang kaya akan rempah, coba kLo saya bisa
masak, kan bisa bikin sendiri!!
dyah  - wanita emg hrz bisa masak   |125.163.203.xxx |2008-02-19 16:45:14
y betul bgt jd perempuan emg harus bs masak,apalagi bwt yg ud pny calon suami
ato mo nikah gt,saya ngrasain ndiri loh..suatu hari saya ke tempat calon
mertua,disana saya bantu2 msk,eh calon mertua kyk seneng bgd,tp bwt yg blm pny
calon y gpp te2p latihan masak donk,biar tar klo pny calon ud bs masak.y bwt
ibadah jg jd istri menyenangkan suami lwt ketrampilan masak memasak.so,bwt para
gadis2 ayo rajin2 latihan masak!!!
lilieksmd  - boleh beda gak...   |58.147.190.xxx |2008-03-12 19:58:47
maaf klo beda pendapat ya...
mnt saya klo semua pd masak sendiri di rmh, kesian
kan bibi yg buka warung ga ada yg beli
lagian kan itung2 bagi
rejeki...
apalagi klo si istri kerja (kebetulan saya jg kerja di pemerintahan),
kan repot udah urusan rumah semua d handle sendiri, pake disuruh masak
lg...
untungnya suami saya ga nuntut saya hrs masak...
udah komitmen sblm
pernikahan, tp urusan rumah mulai beres2 sampe bayar listrik saya yg handle
argi  - re: boleh beda gak...   |202.133.9.xxx |2008-03-25 15:18:54
lilieksmd wrote:
maaf klo beda pendapat ya...
mnt saya klo semua pd masak sendiri di rmh, kesian
kan bibi yg buka warung ga ada yg beli
lagian kan itung2 bagi rejeki...
apalagi
klo si istri kerja (kebetulan saya jg kerja di pemerintahan), kan repot udah
urusan rumah semua d handle sendiri, pake disuruh masak lg...
untungnya suami
saya ga nuntut saya hrs masak...
udah komitmen sblm pernikahan, tp urusan rumah
mulai beres2 sampe bayar listrik saya yg handle


sepakat deh...

bagi calon istri saya, catat; (heeee :D ) memasak harus bisa,
tapi santai aja, jangan dipaksa tiap hari..nanti ga belajar2 or ngerjain yg lain
lagi..

di bagi dunk rejekinya sama yang lain..
yeyen   |125.161.201.xxx |2008-05-27 20:52:23
Assamualaikum,

Ikut nimbrung nih.
Untuk era sekarang ini banyak pria yang
lebih pintar memasak ketimbang wanita, jadi sah-sah saja wanita karir yang tidak
bisa masak. Bagi2 rejeki sama warung2 diluar sana donk!
Miska  - assalamu'alaikum   |202.152.170.xxx |2008-07-24 20:14:32
Semua cewek mang mesti harus bisa masak... Untuk tahap awal bisa aja dulu ntar
kelamaan jg jd pintar masak nya.
Smua org pasti bisa masak asalkan ada kemauan
dalam dirinya
Annisaa   |195.189.142.xxx |2008-07-27 22:17:22
Sekarang saya memang blm bisa masak, tp saya yakin kalau akhwat harus bisa
masak. Gak harus jago bgt, tapi yang penting bisa menyediakan makanan sehat tuk
keluarga. Dan lagi, masakan rumah tuh ngangenin.. Masak sendiri bkn brarti gak
bagi2 rizqi kok.. Kan qt belanja juga. Bisa juga kadang makan di luar kalau pas
repot.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."