Lelaki Baru Harapanku PDF Cetak E-mail
Font Size Larger Font Smaller Font
Wednesday, 04 Dzulka'edah 1428

Sakinah - Vol. 5, No. 10

Wanita ayu itu, sebut saja Intan, usianya belum sampai tiga puluhan. Anaknya satu usia TK, diasuhnya sendiri tanpa ayahnya. Tanpa bisa ditolak, sesuatu telah terjadi pada perkawinannya. Satu kata yang dahulu sangat dia takutkan terjadi, ternyata terjadi juga. Ya, qadarullah, oleh karena suatu sebab, dia telah bercerai dengan suaminya. Kini, dalam kesendiriannya, ia mendambakan keluarga yang utuh. Ia mengharapkan  kehadiran seorang suami sekaligus ayah bagi anaknya.

Lain halnya dengan Fira (bukan nama sebenarnya), wanita belia yang usia pernikahannya baru seumur jagung. Ia harus rela berpisah dengan suaminya tercinta untuk selama-lamanya, karena Allah l  telah memanggilnya. Hatinya sedih tak terkira, tetapi ia berusaha untuk tetap ikhlas dan menerima segala keputusan Allah l. Sebagai muslimah, ia yakin semua ada hikmahnya, dan Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Intan dan Fira hanyalah contoh dari sekian banyak  wanita yang masih muda, tapi sudah menjanda. Baik karena cerai atau suaminya meninggal. Menjadi janda, khususnya bagi wanita muda, tentu sebenarnya  sangat tidak diinginkannya. Seorang suami yang selama ini melindungi dan menafkahinya, tempat ia bermanja,  tiba-tiba tak ada lagi di sisinya. Tiba-tiba kesepian menemani hari-harinya. Kadang, berbagai masalah, ujian, dan fitnah, datang menerpa. Wajarlah jika banyak kumbang yang berusaha mendekatinya, karena ia masih muda. Ibarat bunga, ia masih menawan, belum layu ditelan masa.

Kesendirian yang berlarut tentu kurang baik bagi seorang janda. Karena itulah, ketika  ada seorang laki-laki shalih yang datang meminangnya, ia begitu bahagia. Memang itulah yang ia harapkan. Lelaki shalih yang bertanggung jawab, bukan sekadar kumbang yang suka menggoda.

Menikahi Janda, Mengapa Tidak?

Meski Rasulullah n menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda. Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?

Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar.

Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari  perawan, yaitu ia lebih berpengalaman! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.

Jika dulu ia pernah gagal membina keluarga bersama suami pertamanya, maka diharapkan ia bisa belajar dari pengalamannya itu untuk kemudian lebih introspeksi  dan memperbaiki diri. Sehingga jika kemudian ia menikah lagi, ia akan berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya, agar tidak karam sebagaimana yang pertama.

Pilih yang Shalihah

Jika ingin menikahi janda, seorang lelaki tetap harus memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan Rasululah n untuk memilih calon istri. Yaitu sebuah hadits yang artinya, Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah  serta terlindung dari berbagai mafsadat. Ini buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.

Adapun mengenai gambaran akhlak  wanita shalihah, adalah yang selalu  menyenangkan hati suaminya bila dipandang, selalu taat pada suaminya, tidak pernah melanggar perintahnya serta tidak berkhianat dalam mengelola harta suaminya. Wanita seperti inilah sebaik-baik perhiasan dunia, yang layak dimiliki oleh lelaki yang shalih.

Untuk Para Janda

Untuk para saudariku yang saat ini sudah menjanda, jangan biarkan hati kalian terus-menerus dalam kesedihan. Sungguh, meski sudah tidak punya suami, tetapi kalian masih punya Allah l yang Maha Hidup. Tetaplah menjaga kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah l, karena Allah l berfirman,

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’” (Fushshilat:30)

Berusahalah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan jagalah akhlak kalian baik di dalam maupun di luar rumah. Sebisa mungkin, kurangilah aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa harus keluar rumah, jangan lupa untuk senantiasa menutup tubuhmu dengan pakaian yang syari. Jika mungkin, mintalah salah seorang mahrammu untuk menemanimu. Ingatlah bahwa  keanggunan dan kesendirianmu bisa menjadi fitnah bagi lelaki. Karena itu, berhati-hatilah dan jangan lupa berdoa dalam memulai setiap langkahmu.

Jika kamu merindukan kasih sayang seorang suami sebagaimana dulu pernah engkau miliki, maka berdoalah kepada Allah agar  memberikan yang terbaik untukmu. Sungguh Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya, akan tetapi engkau pun harus bersabar. Yang terpenting, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah l. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.

(Ummu Aslam)
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search
ami  - suami pengganti...   |222.166.160.xxx |2008-01-23 06:05:50
assalamu'alaikum
bahagia memang bila mndptkan pengganti dr suami yg tlah
meninggalkan kta,aplgi suami yg sholih,,tp kdg jg ada perasaan ragu tuk memilih
krn mgkn msh trauma dg ms lalu[bg wanita yg dicerai ma suami],kdg masa lalu yg
pahit msh trus mebayanggi kt...yaachh hanya pd ALLOH lah kt serahkan sgla urusan
Abu Ayyub jogja   |118.136.60.xxx |2008-01-23 17:04:51
Ana setuju bahwa menikahi janda banyak faedahnya jika dilandasi niat yang ikhlas
mengaharap wajah Allah. Hanya saja Janda yang dipilih juga harus sesuai dengan
kriteria wanita shalihah. Itulah yang sekarang ini menurut ana sulit mencari
"Khadijah" dizaman kita sekarang ini.
ibnu muhali  - Jika aku tahu umurku 2 hari la   |125.163.203.xxx |2008-02-19 16:40:03
ingat sebesar djaroh kebaikan/keburukan ada balasannya,
untuk itu wahai para
janda dan duda jangan menunda waktu utk menikah
minta kepada Allah swt melalui
sholat
dan bermusyawarahlah dgn ulil amri minkum.
Wallahu 'alam
kangmas luthfi  - Jadilah istri salehah   |122.201.37.xxx |2008-03-21 14:15:54
Di Balik Kelahiran Si Buah Hati
Seorang bayi mungil nan lucu akan lahir ke
dunia nan fana ini. Sang Ibu berusaha mati-matian untuk melahirkan si buah hati,
sedangkan sang ayah harap-harap cemas menunggu di balik pintu persalinan.
Akhirnya berkat pertolongan Allah, lahirlah seorang bayi kecil tak berdaya
dengan plasenta yang masih terbuai keluar. Sang bidan segera merawat bayi
tersebut.
Hal tersebut senantiasa kita dapati di rumah bersalin. Si bayi yang
masih merah, merengek dan menangis. Biasanya ari-ari bayi tersebut akan dipotong
menunggu beberapa hari setelah kelahirannya. Di banyak kampung pelosok-pelosok
negeri Indonesia ini, selalu kita dapati bahkan pernah kita alami sendiri
sewaktu kita dilahirkan. Yakni kalau dulu kita dilahirkan dengan bantuan dukun
bayi. Si dukun bayi itu memang secara penampilan dan proses kerja jelas berbeda
dengan sang bidan yang modern dan hieginis. Si dukun bayi masih menggunakan
cara-cara tradisional dan alami, bahkan tak jarang ada pula yang menggunakan
cara-cara yang berbau syirik. Seperti halnya di pulau jawa, khususnya Jawa
tengah. Sebuah fenomena yang mengiris hati. Syirik kerapkali dijadikan cara
mereka. Setelah si bayi lahir, ari-ari atau plasenta langsung dipotong kemudian
dimasukkan ke dalam toples tanah liat atau yang sejenisnya. Setelah semua beres,
ari-ari tersebut digantung di atap rumah, kemudian si dukun berpetuah kepada
orangtua bayi agar menjaga gantungan ari-ari tersebut supaya terjaga, sebab
menurut keyakinan setempat apabila sampai rusak akan sial dan celaka.
Masya
Allah! Ternyata banyak di antara mereka yang menganggap keselamatan dan kesialan
datang dari selain Allah. Sesungguhnya islam melarang perbuatan semacam ini,
sebab islam menempatkan akal pada tempatnya. Allah adalah Pencipta alam semesta,
Dia lah yang mengetahui segalanya, Dia lah yang memberikan keselamatan maupun
kecelakaan bagi yang dikehendaki-Nya. Tak ada seorang pun yang dapat memberi
keselamatan bagi seseorang jika Allah menghendaki baginya kecelakaan, dan tak
ada seorang pun yang mampu menimpakan kecelakaan bagi seseorang tatkala Allah
berkehendak memberikan baginya keselamatan. Jika seseorang bertindak aneh dan
percaya khurafat maka ia telah mengajak orang lain untuk menertawakan
dirinya.
Seseorang apabila meyakini bahwasanya jimat-jimat atau burung-burung
hantu dan semacamnya sebagai sebab datangnya musibah maka ia telah terjerumus ke
dalam lembah syirik ashghar yang mana dosanya sangat besar melebihi dosa zina
dan dosa besar lainnya, lantas bagaimana halnya jikalau seseorang punya
keyakinan bahwa jimat dll adalah sumber dan pusatnya manfaat atau kesialan
segala-galanya di dunia ini? Bukankah itu syirik akbar yang mengeluarkan dari
islam, pelakunya kekal di neraka bila belum bertaubat sebelum wafat, semua
amalan salehnya terhapus? Nas-alu Allaha as-salaamah wan najaah min kulli
fitnah...
Adat ini bak akar pohon yang telah menancap kuat pada tanah. Sulit
dibasmi dalam sekejap mata. Ari-ari harus digantung di atap rumah agar selamat
merupakan sebuah keharusan yang tak berdasar sama sekali, akal pun menentangnya.
Mengapa dikatakan harus? Nah, itulah akar masalahnya, seandainya kita gantung di
atap rumah tanpa adanya unsur keyakinan batil seperti itu, maka tidak masalah.
Cara yang terbaik menurut saya pribadi ialah dikubur saja, selain tidak
menyebabkan bau amis dan kotor kan bisa lebih selamat dari budaya aneh itu.
Sebab, kita khawatirkan masyarakat pada umumnya akan menduga bahwa perbuatan
kita dengan menggantungnya di atap merupakan partisipasi terhadap adat aneh itu.
Lebih baik jangan digantung, khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
Allah berfirman:"Barang siapa yang mengharap perjumpaan dengan
Rabbnya maka hendaknya ia beramal saleh dan jangan melakukan kesyirikan dalam
beribadah kepada Rabbnya dengan seorangpun." (QS.AlKahfi:110).Allah juga
berfirman:"Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakal jika benar-benar
kamu orang-orang beriman." (QS.Al Maidah:23)Tawakal berarti menyandarkan
segala urusan kepada-Nya semata baik itu urusan yang mendatangkan keuntungan
maupun yang mengakibatkan kerugian atau madharat.Merujuk kepada dalil-dalil dari
al-Qur'an dan al-Hadits kita bisa menemukan bahwa syarat pokok diterimanya
amalan seorang hamba ada dua:
Ikhlas karena Allah.
Mengikuti tuntunan
Rasulullah.
Banyak kalangan awam yang menganggap bahwa acara seperti ini
termasuk kebaikan bahkan tak jarang banyak juga yang melakukannya sebagai bentuk
taqarrub kepada Allah. Menginginkan anak cerdas dan sehat menjadi faktor
pendorong melakukan adat ini. Lagi-lagi sesuatu yang tidak masuk akal. Belum
cukupkah islam mengajarkan bagaimana mendambakan buah hati nan saleh, cerdas dan
sehat? Belum sempurnakah ajaran islam kepada ummatnya?
Rasulullah telah
menjelaskan kepada kita tata cara aqiqah bagi sang buah hati, belum cukupkah?
Sudah saatnya kita sebagai seorang muslim untuk mengisi lembaran hidup yang
sesuai dengan ajaran islam, tinggalkanlah budaya jahiliyyah dan jangan gali lagi
setelah sekian lama kita kubur dalam-dalam. Sekian. (Maula)
venom  - Siapa takut   |80.184.53.xxx |2008-03-24 08:25:42
Menikah dengan janda? Siapa takut??
sofiyah  - maukah????   |125.164.121.xxx |2008-06-08 03:58:38
masih adakah laki-laki yang mau menikah dengan seorang bidan yang kerjanya di
lur rumah?????
Ummu Abdullah  - bolehkah?   |125.60.241.xxx |2008-07-22 12:36:03
Subhaanallah....sungguh perceraian mau-tidak mau meninggalkan duka. Namun jika
terjadi itulah takdir Allah. ana ingin bertanya: bagaimanakah batasan alasan
seorang istri dapat minta diceraikan. Seperti salah seorang shohabiah pernah
mencontohkan. Apakah alasan-alasan seperti: Suami sudah tidak taat agama (tidak
sholat), tidak mendapatkan pengajaran agama dari suami, atau suami suka berbuat
maksiat. menjadikan seorang istri bisa minta diceraikan? Mohon
jawaban......jazakumullah khoir
melati  - suami.....   |125.162.106.xxx |2008-08-26 18:59:13
Penyandang Janda bukan berarti dia tak berhasil menjadi istri yang baik to
suaminya, tapi menyandang janda juga bukan kehendak.....jika sabar dan yakin,
pasti suatu hari nanti kan bertemu dengan jodoh yang baik dan bertanggung
jawab....tetap Semagat ya
abi muhammad   |125.167.43.xxx |2009-01-20 04:10:32
barakallahu fiikum

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."